Kasih Orang Tua

Kenanglah kedua orang tua anda. Biasanya, disaat orang tua kita masih hidup, tidak mudah bagi kita untuk menghargai kasih sayang mereka. Padahal mereka menebar cinta mereka dalam setiap desah nafas, gerak  bibir dan ayunan langkah mereka. Tak ada yang mereka pikirkan begitu penting selain keluarga mereka, anak  cucu mereka, penerus keberlangsungan karya mereka didunia ini. Bahkan dalam amarah, kekecewaan dan kesedihan mereka selimuti dengan kasih sayang.

Bagi kita, ini mungkin nasehat tua yang sudah terlalu sering kita dengar. Namun, tak pernah usang, karena orang tua selalu dilahirkan jaman. Mengenang orangtua sebenarnya mengenang keberadaan diri kita sendiri. Kita terlahir dari sebuah kasih sayang , kita tumbuh dalam naungan kasih sayang,  kitapun ditinggalkan dengan lambaian kasih sayang. Memang tak ada yang terlambat, namun sebelumm hati terdalam anda menyesal, kasihilah orang tua anda. Bagi mereka, balasan ini jauh lebih berharga dari apapun yang pernah diperolehnya. Bagi mereka, itulah bekal sebaik-baiknya untuk menikmati usia senja mereka.

Memberi tanpa pertimbangan

Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecill yang tak terlalu berharga dimata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer disana sini. Hanya untuk satu tujuan : diberikan, apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang  pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau anda sedang berada dalam mobil ber AC yang  sejuk, lalu sepasang  tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak perduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, Segera berikan satu dua keping pada mereka.

Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah tak seorangpun ingini memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang berlatih memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti. Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.

Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. KEmurahan itu tidak terletak ditangan, melainkan dihati.

Mawar Untuk Ibu

Seorang pria berhenti ditoko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan kepada sang ibu yang tinggal sejauh 250 KM darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri ditrotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu."

Pria itu tersenyum dan berkata. "Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kamu mau."Kemudian ia membelikan gadis keil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.

Ketika selesai  dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis keil itu pulang kerumah. Gadis kecil itu mlonjak gembira, katanya "Ya tentu saja. Maukah anda menganarkan ketempat ibu saya ?

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum. Dimana lalu gdis kecil itu meletakkan bunganya pda sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal itu, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya, ia mengambil krangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 KM menuju rumah ibunya.